Makin lama saya semakin gampang untuk "suudzhan", bawaannya ga percayaan. Jika ada suatu kejadian atau fenomena, khususnya suatu kejadian sosial, maka saya akan berkata:
"masa sih, ah masa?"
"pasti ada udang di balik bakwan batu tuh"
"ah bisa aje tu orang,masa jadi berubah tiba-tiba gitu. maksudnya apa ya?"
atau langsung secara frontal bilang
"gue gak percaya"
oke hal tersebut tidak harus di lafalkan secara lisan, lebih sering dipertanyakan dalam hati.
ya, intinya saya menjadi orang yang cenderung akan mencari tau apakah hal-hal yang dicelotehkan dan dilakukan oleh orang-orang tertentu dilakukan dengan niat yang baik. Ntahlah, mungkin ini efek jadi mahasiswi fisip, jadi mahasiswi ilmu politik. Melihat bahwa begitu banyak manusia oportunis bertebaran, khususnya yang punya kepentingan politik dan kepentingan-kepentingan lainnya. Bawaannya ga gampang percaya.
Dan gawatnya itu berefek pada kejadian sehari-hari, hal-hal simpel.
ya ampun, saya hanya ingin orang-orang bisa berbagi kebahagiaan, jangan malah berbagi kecurigaan. kecurigaan itu kan tidak membuat orang-orang bahagia.
ya ampun, saya hanya ingin orang-orang bisa berbagi kebahagiaan, jangan malah berbagi kecurigaan. kecurigaan itu kan tidak membuat orang-orang bahagia.
oh adakah orang bertindak dengan tulus? dengan tidak mengharapkan imbalan? dengan tidak bertujuan pada maksud terselubung?
kalo jawabannya ada, hal apa yang membuat saya harus percaya bahwa hal itu memang ada?
#nahlooooooo
ada kok jem, ada kok orang baik. tapi susah ya nemunya.
iya kali yaaaaaa
au ah.



0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar